MEKANISME OPERASI PASAR UANG SYARIAH

Posted On June 11, 2008

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response

Mekanisme perdagangan suurat-surat berharga berbasis Syariah harus tetap berkaitan dan berada dalam batas-batas toleransi dan ketentuan-ketentuan yang digariskan Syariah, seperti antara lain :

  1. Fatwa Ulama : “Adalah dibolehkan menjual bagian modal dari setiap perusahaan di mana manajemen perusahaan tetap berada di tangan pemilik nama dagang (owner of trade name) ayang telah terdaftar secara legal. Pembeli hanya mempunyai hak atas bagian modal keuntungan tunai atas modal tersebut, tanpa hak pengawasan atas manajemen atas pembagian aset kecuali untuk menjual bagian saham yang mewakili kepentingannya.”
  2. Lokakarya Ulama tentang Reksadana Syariah, Peluang dan Tantangannya di Indonesia, yang telah diselenggarakan di Jakarta pada 30-31 Juli 1997, yang telah membolehkan diperdagangkannya reksadana yang berisi surat-surat berharga dari perusahaan-perusahaan yang produk maupun operasinya tidak bertentangan dengan Syariah Islam.

Orang akan tertarik menanamkan dananya pada instrumen keuangan apabila ia yakin bahwa instrumen tersebut dapat dicairkan setiap saat tanpa mengurangi pendapatan efektif dari investasinya. Oleh karena itu setiap instrumen keuangan harus memenuhi beberapa syarat, antara lain :

  1. pendapatan yang baik (good return)
  2. risiko yang terendah (low risk)
  3. mudah dicairkan (redeemable)
  4. sederhana
  5. fleksibel

Dalam rangka memenuhi syarat-syarat tersebut, tanpa mengabaikan batas-batas yang diperkenankan Syariah, diperlukan adanya special purpose company (selanjutnya disebut company) dengan fungsi sebagai berikut :

1. Memastikan keterkaitan antara sekuritisasi dengan aktivitas produktif atau pembangunan proyek-proyek aset baru, dalam rangka penciptaan pasar primer melalui kesempatan investasi baru dan menguji kelayakannya. Tahap ini disebut transaction making yang didukung oleh initial investor.

2. Menetapkan pasar sekunder yang dibangun melalui berbagai pendekatan yang dapat mengatur dan mendorong terjadinya konsensus perdagangan antar dealer, termasuk fasilitas pembelian kembali.

3. Menyediakan layanan kepada nasabah dengan mendirikan lemabaga pembayar (paying agent).

Konsep ini dapat diterapkan secara lebih luas dengan pendayagunaan sumber-sumber dari lembaga-lembaga lain dan para nasabah dari perbankan Islam sehingga memungkinkan adanya :

  1. penciptaan proyek-proyek besar dan penting
  2. para penabung kecil dan para investor berpengahasilan rendah dapat memperoleh keuntungan dari proyek-proyek yang layak dan sukses di mana mereka dapat dengan mudah mencairkan kembali dengan pendapatan yang baik.
  3. Memperluas basis bagi pasar primer
  4. Menjembatani kesulitan menemukan perusahaan yang bersedia ikut berpartisipasi dalam permodalan dan mengutipnya di pasar.

PERAN COMPANY

Peran utama company adalah sebagai pembuat transaksi. Semua lembaga keuangan berusaha memobilisasi dana dari para penabung dan mempertimbangkan jalan terbaik untuk menggunakannya. Salah satu kelemahan dari perilaku ini adalah adanya dana-dana menganggur atau digunakan secara tidak layak, yang semata-mata mengambil keuntungan dari waktu dan sering kali menanamkan dana-dana tersebut pada transaksi yang meragukan. Untuk menghindari hal itu maka diperlukan inisiatif dari pembuat transaksi dengan mekanisme kerja sebagai berikut :

  1. Pertama, melakukan verifikasi atas kesempatan invsetasi, baik secara internal (perusahaan) maupun eksternal (pasar). Jika transaksi tersebut dapat diterima, maka pembuat transaksi melakukan usaha lebih lanjut.
  2. Kedua, untuk mengatasi kesulitan dan untuk memastikan adanya kemungkinan bagi investor guna mencairkan kembali investasi mereka, jika sewaktu-waktu mereka butuhkan, tanpa mempengaruhi pendapatan efektif yang mereka harapkan, maka perusahaan dapat menerapkan program-program berikut :

Mendukung perjanjian perdagangan sekuritas :

Bagian saham dari company ini dapat dipertukarkan sesuai dengan perjanjian yang saling menguntungkan. Company mensponsori dan mengawasi pertukaran. Surat-surat berharga ditransfer setelah aspek-aspek legal diselesaikan, kemudian diikuti dengan menyediakan fasilitas Pasar Sekunder mendorong dan mendukung para dealer untuk mengambil dan memperdagangkan instrumen keuangan tersebut.

Program Penebusan (Redemption Programme) :

Penebusan dilakukan dengan harga yang berlaku pada saat transaksi pembelian kembali. Dalam hal ini diberlakukan ketentuan-ketentuan berikut :

a. Pengawasan penebusan

Untuk mengorganisasikan transaksi pembelian kembali dan memelihara hak-hak pengawasan.

b. Agen-agen pembayaran

Dalam rangka mempercepat dan memudahkan perputaran transaksi instrumen keuangan, dapat didirikan agen-agen pembayaran.

Bertindak sebagai Custodian

Untuk memudahkan transper instrumen pasar uang yang diperdagangkan, maka company bertindak sebagai custodian, sehingga setiap transaksi yang dilakukan dapat dengan segera dikuti oleh pemindahan hak dengan mengunaka jasa company.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s